Nama : Jaswan Laurensius Sitepu
NPM : 25414606
BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar belakang
masalah
Pada dasarnya teknologi baru yang diaplikasi
pada sepeda motor bukan hal yang merugikan bagi pemilik/pengendara sepeda motor
tetapi menjadi sebaliknya, karena dengan muatan teknologi baru yaitu sistem
injeksi banyak kelebihannya dibandingkan dengan teknologi lama yaitu
karburator, hanya saja kesiapan bengkel/SDM bengkel yang belum memadai
dibandingkan dengan populasi sepeda motor berteknologi injeksi dan ada
kecenderungan sdm bengkel “menakut-nakuti” pemilik sepeda motor dengan resiko
yang akan ditanggung oleh pemilik sepeda motor diantaranya : bila terjadi
kerusakan maka spare part harganya mahal; tidak ada yang dapat menyempurnakan
seperti kondisi semula daya mesin lebih kecil. Resiko tersebut sebenarnya tidak
sepenuhnya benar blia pemilik kendaraan diberi penjelasan yang cukup tentang
teknologi yang diusung sepeda motor baru “injection” sebagai antisipasi sebelum
dilakukan perawatan agar tidak terjadi kerusakan akibat “salah urus”. Misal : sepeda motor injeksi tangki bensin tidak boleh kosong atau
sedikit, karena hal ini akan mempercepat kerusakan unit pompa bensin yang kita
tahu komponen ini seperti jantung nya sistem injeksi, bila komponen ini
performanya berkurang maka dapat dipastikan suplay injeksi pada injektor akan
kurang dan akan mengakibatkan performa mesin berkurang. Contoh tersebut diatas
akan berefek juga sebagai kesan umum bahwa sepeda motor injeksi tenaganya tidak
sebesar sistem karburator, hal ini menyebabkan calon pemilik sepeda motor baru
dengan sistem injeksi ada keragu-raguan untuk menggunakan sistem injeksi.
Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah seperti tersebut diatas diajukan rumusan masalah adalah
sebagai berikut :dengan penjelasan dari manual ownwer (buku pedoman pemilik)
sepeda motor apakah sudah cukup bagi pemilik kendaraan untuk memahami cara
perawatan yang semestinya utamanya pada sepeda dengan sistem injeksi ?
Tujuan penelitian.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang
keuntungan aplikasi teknologi baru pada sepeda motor terutama sifat dan
performa dari sistem bahan bakar injeksi.
Untuk merubah mind set masyarakat akademisi tentang
teknologi terkini pada sepeda motor.
Alur penelitian.
Sesuai alur penelitian diatas bahwa penelitian
ini dilakukan secara bertahap terhadap dua sepeda motor yang sama type dan merk
tetapi sistem bahan bakarnya berbeda (injeksi dan Karburator). Dengan perlakuan
uji yang sama maka didapatkan hasil pengukuran yang berbeda diantara kedua
sistem. Hal ini akan menunjukkan kedua sistem memiliki perbedaan yang nyata.
TABEL PERBANDINGAN
Tabel hasil uji emisi
gas buang pada kondisi filter udara kotor,diuji pada putaran 3500 rpm.
Jenis
sepeda motor
|
Kadar
CO ( % )
|
Kadar
HC ( PPm )
|
Karburator
|
2,16
|
124
|
Injeksi
|
0,13
|
111
|
Tabel responsibilitas mesin (dari putaran
stasioner 1500rpm s/d 3500 rpm
Jenis
sepedamotor
|
Waktu
tempuh ( dalam detik )
|
Karburator
|
1,89
|
Injeksi
|
1,60
|
Tabel hasil uji emisi
gas buang pada saat deselerasi(dari 3500rpm sampai 1500rpm)
Jenis
sepeda motor
|
Kadar
CO ( % )
|
Kadar
HC ( PPm )
|
Karburator
|
0.30
|
2715
|
Injeksi
|
0
|
0,77
|
Perbedaan Cara Kerja Karburator dan Sistem Injeksi Motor
Pada prinsipnya tugas dan fungsi karburator dan injeksi bahan bakar adalah sama, tugasnya yaitu mencampur udara bersih dengan bensin secara tepat agar terjadi pembakaran yang sempurna di ruang pembakaran. Yang berbeda adalah cara kerjanya. Berikut perbedaan cara kerja karburator dan injeksi motor, mari kita pelajari bersama – sama.
Perbedaan Sistem Kerja
1. Cara kerja mencampur bahan bakar dengan udara.
2. Pada saat suhu mesin dingin.
3. Mesin motor pada saat akselerasi.
4. Mesin motor pada saat rpm tinggi
Pada rpm tinggi, karburator main jet dan pilot jet terbuka penuh sehingga menghasilkan tenaga yang besar. Jikasistem injeksi, sensor throttle position dan sensor kevakuman di intake manifold sama-sama mengirimkan sinyal ke ECM agar sedikit memperkaya campuran bensin untuk menghasilkan daya maksimum.
Pada prinsipnya tugas dan fungsi karburator dan injeksi bahan bakar adalah sama, tugasnya yaitu mencampur udara bersih dengan bensin secara tepat agar terjadi pembakaran yang sempurna di ruang pembakaran. Yang berbeda adalah cara kerjanya. Berikut perbedaan cara kerja karburator dan injeksi motor, mari kita pelajari bersama – sama.
Perbedaan Sistem Kerja
1. Cara kerja mencampur bahan bakar dengan udara.
2. Pada saat suhu mesin dingin.
3. Mesin motor pada saat akselerasi.
4. Mesin motor pada saat rpm tinggi
Pada rpm tinggi, karburator main jet dan pilot jet terbuka penuh sehingga menghasilkan tenaga yang besar. Jikasistem injeksi, sensor throttle position dan sensor kevakuman di intake manifold sama-sama mengirimkan sinyal ke ECM agar sedikit memperkaya campuran bensin untuk menghasilkan daya maksimum.
Setiap
mesin tidak akan berjalan dengan adanya karburator. Karburator adalah
salah satu komponen pada mesin bensin, khususnya pada motor. Namun
sekarang ini tugas dari karburator sudah mulai ditinggalkan pabrikan
motor. Para pabrikan motor sudah mulai menggunakan sistem injeksi pada
motor keluarannya. Karena sistem injeksi dinilai lebih praktis dan irit
bahan bakar. Sistem injeksi yang kerjanya diatur oleh kelistrikan yang
agak rumit mampu mendongkrak tenaga motor dan bisa membuat lebih irit
bahan bakar. Sistem injeksi mampu membaca sinyal – sinyal dari sensor
yang ada pada mesin motor. Dengan sistem injeksi, bahan bakar bisa lebih
disesuaikan dengan kebutuhan motor sehingga bahan bakar tidak terbuang
secara percuma.
Pada karburator, pencampuran bahan bakar dengan udara disebabkan oleh adanya kevakuman ruang bakar yang terjadi adanya langkah hisap piston. Pada sistem injeksi,
pencampuran bahan bakar dengan udara yang di lakukan oleh injektor atas
perintah dari ECM yang mempertimbangkan sinyal dari sensor-sensor yang
menyebar di seluruh mesin dan knalpot.
Mesin memerlukan campuran yang kaya bensin untuk menghidupkan mesin pada temperatur yang dingin. Pada karburator,
diperlukan cuk/choke untuk membuat ruang bahan bakar kaya akan bensin.
Cuk/choke ini harus diaktifkan untuk menghidupkan mesin. Pada sistem injeksi,
sensor temperatur akan melaporkan keadaan temperatur mesin yang dingin
agar ECM memerintahkan injektor untuk memperkaya campuran bensin.
Saat akselerasi motor membutuhkan campuran bahan bakar yang lumayan kaya sekitar 8:1 AFR. Pada karburatordibantu
dengan adanya nosel akselerator yang berfungsi menambah pasokan bahan
bakar ke mesin pada saat throtle gas dibuka secara tiba – tiba. Pada sistem injeksi,
sensor throttle position akan mengirimkan laporan ke ECM bahwa terjadi
pembukaan throttle secara mendadak dan ECM akan memerintahkan injektor
untuk memperkaya campuran bensin.
Pada
setiap kendaraan tentunya tidak luput dari penyuplai bahan bakar,
Dimana penyuplai ini bekerja untuk mengolah bahan bakar hingga menjadi
campuran yang akan dimasukkan ke dalam ruang bakar, komponen yang satu
ini disebut dengan karburator, Namun pada pabrikan-pabrikan yang
memproduksi sepeda motor sekarang banyak yang menganut Sistem Injeksi.
Perbedaan antara sistem karburator dan injeksi adalah hanya pada proses penghisapan bensin ke ruang bakar. Pada Sistem Injeksi sudah menggunakan peranti elektronik seperti injektor, yang tugasnya menyemprotkan bensin ke ruang bakar. Sedangkan pada karburator yang masih mengandalkan hisapan yang diperoleh dari pergerakan piston pada silinder. sistem injeksi bisa menyeimbangkan volume bensin yang disemprotkan ke ruang bakar dengan kebutuhan mesin, sehingga didapat hasil pembakaran yang efisien. Jadi Sistem Injeksi sudah tentu akan lebih irit.
di bawah ini adalah keterangan dan perbedaan mesin injeksi dan karburator Sistem Injeksi

Kelebihan
Perbedaan antara sistem karburator dan injeksi adalah hanya pada proses penghisapan bensin ke ruang bakar. Pada Sistem Injeksi sudah menggunakan peranti elektronik seperti injektor, yang tugasnya menyemprotkan bensin ke ruang bakar. Sedangkan pada karburator yang masih mengandalkan hisapan yang diperoleh dari pergerakan piston pada silinder. sistem injeksi bisa menyeimbangkan volume bensin yang disemprotkan ke ruang bakar dengan kebutuhan mesin, sehingga didapat hasil pembakaran yang efisien. Jadi Sistem Injeksi sudah tentu akan lebih irit.
di bawah ini adalah keterangan dan perbedaan mesin injeksi dan karburator Sistem Injeksi

Kelebihan
- Pada motor Injeksi, volume penyemprotan bensin ke dalam ruang bakar akan selalu akurat karena dikontrol oleh sistem ECU (Engine Control Unit). Hal ini berdampak pada Campuran udara dan bensin akan selalu akurat perbandingannya pada semua tingkat putaran mesin. Kondisi ini memberikan keuntungan dengan mengurangi emisi gas buang dan lebih hemat pemakaian bensin.
- Pada motor karburator, jarak antara pengabut bensin (spuyer) dengan silinder jaraknya agak jauh, dan juga perbedaan bobot berat jenis antara bensin dan udara mengakibatkan volume udara yang masuk tidak imbang dengan jumlah bensin yang dihisap. Sehingga tarikan menjadi kurang responsif.
- Sedangkan untuk motor injeksi, penempatan injektor berdekatan dengan silinder. Saluran Bensin yang menuju injektor memiliki tekanan lebih tinggi dari tekanan intake manifold. Sehubung dengan diameter mulut injektor sangat kecil, maka bensin yang menyembur akan berbentuk kabut. Saat katup gas dibuka, udara dan bensin menghasilkan campuran yang seimbang dan ideal, dibantu dengan mutu api yang bagus akan menghasilkan pembakaran sempurna. Hasilnya tarikan lebih responsif sesuai perubahan katup gas.
- Pada temperatur rendah (dingin) menghidupkan mesin karburator dibutuhkan campuran lebih gemuk dengan menarik cuk. Cara manual ini tak lagi diperlukan pada motor injeksi karena sudah dilengkapi dengan sensor temperatur mesin serta sensor temperatur udara masuk sehingga mesin mudah dihidupkan tanpa dipengaruhi kondisi cuaca.
- Dari segi perawatan Injeksi tidak ada sesuatu yang dilakukan. Karena selain steril, juga telah dibantu dengan filter sebelum masuk ke dalam injektor. Hal ini mempermudah dari segi perawatan.
- Pada knalpot motor injeksi biasanya dilengkapi dengan catalytcs converter (CC), sistem ini akan merubah hasil pembakaran yang berbahaya menjadi zat yang lebih ramah dengan lingkungan dengan menggunakan sistem sensor O2
- Dengan memakai injeksi, motor tidak dapat diutak-atik secara sembarangan karena part sangat sensitif. Dengan begitu mengharuskan pemilik untuk melakukan perawatan dan perbaikan di bengkel khusus.
- Bagi yang gemar memodifikasi motor, khususnya peforma dan kecepatan mesin, harus mengeluarkan dana yang lebih untuk motor jenis ini. Beberapa part tergolong mahal dan pastinya merogoh kocek cukup dalam.
- Di samping harga modifikasi yang mahal, tentunya sparepart atau suku cadang dari motor injeksi juga cukup mahal. Motor injeksi juga membutuhkan pembangkit listrik yang lebih besar.
- Bicara soal kelistrikan, harus ekstra diperhatikan jika ingin mengubah atau menambahkan beberapa part yang berhubungan dengan kelistrikan. Seperti pemasangan lampu jenis HID atau menambahkan asesoris lainnya. Jika tidak ditangani oleh orang yang sudah mengerti karakteristik motor injeksi, kesalahan kecil akan mengakibatkan motor mati.
- Dengan mulut injektor yang kecil, akan sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar. oleh karena itu disarankan menggunakan bensin yang lebih baik kualitasnya daripada motor-motor yang menggunakan karburator. Selain itu kerja catalytics converter juga dipengaruhi kadar timbal / oktan dari bahan bakar yang digunakan.

Kelebihan
- Lebih murah dibandingkan system injection tetapi apabila ditambah alat lain, maka harganya mendekati system injection.
- Jumlah komponen lebih sedikit dan tidak kompleks
- Perawatan lebih gampang dan sederhana
- Gampang saat dilakukan pembersihan atau servis
- Tidak Takut macet jika kehabisan bahan bakar
Kelemahan
- Untuk penyetelan A/F ratio dilakukan manual dan hanya bisa sekali.
- Membutuhkan penyetelan yang tepat untuk semua kondisi tetapi tidak dapat mengatasi setiap kondisi yang dapat berbeda-beda
- Perlu adanya alat/komponen tambahan agar kerja karburator dapat menyesuaikan kondisi seperti pompa akselerasi, coasting enricher, dll
- Penggunaan bahan bakar kurang efisien, sehingga cenderung boros.
BAB III
KESIMPULAN